Sesak itu Rindu

Seperti gadis kecil yg bertanya kapan bunga akan mekar
Seperti seorang pelaut yg menunggu kapan badai akan surut
Seperti aku yang memendam sesak..
Kapan rindu dapat terlabuh…

Orang bilang masa lalu itu kenangan
Tak perlu menoleh padanya lg..
Karna bila kita lakukan itu, kita tersandung untuk terus maju..

Tapi rindu menautkanku pada mu..pada masa lalu…
Kupotong sudah tautan itu..
Tapi rindu padamu masih tersimpan di kalbu..

Adakah sedikit saja kau merasakan kegelisahanku??

i wish u knew that everything that i do because i love you…

MATI

Aku memang berharap aku berarti untuk seseorang..
Aku memang berharap dicintai dengan tulus dan SEPENUHNYA..
Aku memang berharap disanjung karena memang aku berarti dan berguna baginya..
Aku memang berharap seseorang yang mencintaiku adalah dia yang perhatian..
Perhatian yang sesungguhnya,
Perhatian yang tulus,
Perhatian yang dilakoni bukan karna ingin disebut perhatian,
Aku ingin diperhatikan
Aku ingin merasa tak diabaikan
Aku ingin dia merasa saat aku sedih, marah, rindu, kesal, cinta
Aku ingin dia merasakan sedihku, marahku, rinduku, kesal, dan cintaku untuknya hingga aku tak perlu berkata banyak tapi dia bisa mengerti bukannya malah mengatai..
Aku ingin dia banyak bertindak..menunjukan, membuktikan tiap detail cintanya
Aku ingin dia tak pernah merasa bosan dan slalu ingin menghubungiku dan bersamaku..
Aku ingin dia mewujudkan tiap kata-kata bentuk cintanya untukku agar aku bisa tersenyum dan bahagia
Aku ingin seseorang yang lebih mengerti aku
Aku ingin teduh bersamanya
Aku ingin aku yang teristimewa dan terindah dalam hidup dan dirinya..
Aku ingin merasakan aku setengah nyawa hidupnya
Aku ingin… Banyak hal

Dan belum kutemukan satu pun dari yang kusebutkan ada padanya..
Tapi aku temukan ada banyak hal dari yang kusebutkan ada padaku untuknya..

Aku bodoh? Terserah!
Aku egois? Terserah!
Aku konyol? Terserah!
Aku menyebalkan? Terserah!

Aku hanya ingin melepas segala yang mengganjal..

Tuhan, bila aku menggilainya..
Bila aku mulai ketergantungan padanya..
Bila aku sudah terlalu berlebihan membutuhkanya..
Mengapa tak Kau beri aku tenang saat aku memutuskan berhenti menjalin cinta dengannya???!!Padahal bukankah itu sangat tidak dianjurkan???

Aku tak tahu rencanaMU
Aku tahu aku kerdil dan samasekali tak memiliki kuasa…
Aku tahu aku banyak berdosa..
Mungkin ini cara yang harus aku tempuh untuk membersihkannya..
Tapi maaf jika aku masih kesal padaMU
Karena aku tak tahu arahku..
Sedangkan aku telah meminta berkali-kali padaMU agar KAU arahkan aku..agar KAU tenangkan hatiku…
KAU pasti tahu betapa aku sangat berharap padaMU..
ENGKAU TUHANku dan aku percaya KAU tak kan mengecewakan hambaMU termasuk aku..
Tapi mengapa aku masih saja merasa buntu..
Aku merasa sendiri..seperti robot dengan hati yang berjalan entah kemana dengan mesinnya yang kacau
Buta, sendiri, dan kacau

Lalu saat aku sudah merasa buntu dan lelah seperti ini, yang aku inginkan hanya mati.
Karena aku ingin tenang.
Dan berilah aku mati yang tenang.

Menjadi seekor kupu-kupu

Pernahkah terbayang menjadi seekor kupu-kupu??
Yang untuk menjadi indah perlu pengorbanan…

Pengorbanan dianggap menjijikan saat masih menjadi seekor ulat…
Pengorbanan tak dipedulikan saat masih dalam gelibatan kepompong..
Pengorbanan sendirian ketika belum juga menjadi kupu-kupu….

Saat kita sendiri…
Saat tak ada yang peduli..
Saat harus melewati sepi..
Dan hari terasa lama berganti..
Apakah rasanya seperti mati suri..???

Tapi, jika terbayang….
kelak akan punya sayap..
kelak akan dapat terbang…
dan kelak kita punya warna, yang meski dengan mata terpejam tetap akan nampak memikat…
Rasanya setimpal…

Namun, sekali lagi pertanyaan itu muncul..

Mampukah kita bertahan saat masa pengorbanan itu datang, tanpa kita tahu kapan kan usai???

Biar saja melangkah dulu…

Duduk di dalam kopaja butut, dengan pegangan besi yang berkarat…
Kupandang trotoar panjang dari balik bingkai jendela kotor angkutan rakyat..
Lampu kota memayungi kebisingan malam Jakarta…
Dan otakku berjalan kemana-mana…

Tiba-tiba rasanya otakku terbagi dua..
Sisi yang satu bergelut dengan urusanku, dan sisi lainnya membuatku bersyukur setelah ‘ditikam’ kenyataan bahwa masalahku tidak ada apa-apanya ketimbang mereka yang mengaisi rasa iba untuk sesuap nasi…

Dengan iringan lagu cinta pengamen jalanan, aku jadi teringat sebuah nama…
Lalu, satu nama lagi mengikutinya..

Kadang aku merasa lelah..
Tapi aku tak ingin jadi bagian orang-orang yang mudah menyerah…

Sampe akhirnya sebuah pertanyaan menghentikan keteguhanku sejenak…
“Benarkah jalan ini yang seharusnya kutapaki??”

Biar saja lah aku melangkah dulu…
Kalau nanti aku jatuh, aku bisa menangis..
Dan aku tak akan meenyesal karna tak berani melangkah…

Aku

Gadis Kecil nan Manis

Being Little Girl

Beberapa teman sempat bertanya, “kamu tuh orangnya kaya gimana sih?”
Dan aku selalu butuh waktu lama untuk menjawabnya.

Kalau aku tak malas, kuingat-ingat penilaian-penilaian orang tentang aku, dan kusampaikan apa adanya.
Tapi saat aku malas dan kadang merasa aku tak seperti yang mereka anggap, maka aku akan jawab “Aku ga tau. Menurut kamu gimana?”

Dulu, waktu umurku delapan atau sembilan tahun, aku punya mimpi bahwa kelak aku akan jadi seorang ilmuwan besar yang berpengaruh. Lalu, saat umurku sudah memasuki belasan, aku punya mimpi bahwa suatu hari aku akan jadi seorang wanita pintar yang anggun dengan pengaruh besar untuk mengubah pikiran banyak orang. Dan sekarang, ketika aku berumur kepala dua, aku rasa mimpi-mimpiku itu tidak lagi realistis buatku.

Sekarang, ketika aku mulai tahu bahwa tiap sisi kehidupan yang kutemui bisa jadi masalah dan bisa jadi kebahagiaan, aku memilih untuk menjadi seseorang yang menuangkan segalanya dalam tulisan. Memang pengetahuanku masih dangkal. Aku memasabodohkan tata bahasa, karena jujur saja, itu cukup membuatku terhambat menulis. Aku pun tak memperdulikan ejaan, karena memakan waktu lama buatku untuk memperhatikan kata per kata sebelum memutuskan untuk menggunakannya dalam tulisanku. Dan aku juga masih kurang memperhatikan gaya bahasa, karena itu membuatku bingung soal kalimat-kalimat yang kugunakan dalam tulisanku. Jadi, aku menulis seperti apa adanya yang ada di otakku.

Kelak, saat aku sudah sangat jago menulis, aku ingin tetap bisa menjadi seorang gadis kecil yang selalu bermimpi dan selalu merasa bahwa belum ada yang aku punya dari mimpiku itu, hingga aku terus berjuang untuk meraih mimpi-mimpi besarku…meskipun kadang itu konyol..

Senja, Malam, dan Pagi

Lembayung jingga memayungi seekor burung yg letih..
Seperti cahaya yang hendak redup, ia berusaha setia menemani kepakan sang burung hingga usai..

Tapi malam begitu cepat datang..

Tak nampak tujuan di depan
Ladang perantauan sang burung tertutup petang..
Ia pun menangis, dan berhenti sejenak pada sebuah dahan..
Berdoa pada Tuhan
Agar ada setidaknya seorang teman
Untuk melalui malam dan tak merasa sendirian..

Pada gelap ia dapat cobaan..
Sebelah sayapnya terluka tak mampu mengepak meski perlahan..
Ia mengerang mencoba menahan..
Tapi sakitnya terasa dalam..
Menyiksa hingga rusuk belakang..

Lalu Tuhan datangkan kawan..
Meski tak berhenti tapi ia menengok sebentar..
Sambil berlalu ia berteriak kencang
“Jangan takut, cukup kau alihkan pikiran, habis gelap pasti akan datang terang!”

Lalu seekor burung yg terluka itu pun menurut..
Dalam ragu ia kembali berdoa
Dalam sakit ia kembali kuat terjaga
Dan dalam gelap ia kembali percaya

Supaya pagi cepat datang
Agar malam beranjak terang
Dan supaya Tuhan mendengar bahwa secepatnya ia harus kembali terbang

Ia takut tertinggal
Ia tak mau berdiam
Ia pun bersiap menantang..

Tapi pagi jalannya lambat
Burung tetap yakin dirinya kuat
dan ia pun tahu dan lebih dari itu ia percaya Tuhan tengah bersiap memberinya kejutan..
Sesuatu yang indah, dari reward perjalanan..
Karena ia mampu bertahan, dan lebih dari itu ia mampu terus berjalan..

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.